Minggu, 05 Mei 2013

Hidup? Semua Orang Butuh Itu

Seperti dikatakan di judul, "hidup? Semua orang butuh itu". Ya, untuk bisa menikmati aktivitas yang terkadang membuat pelakunya jenuh sekalipun, tidak bisa dipungkiri bahwa setiap manusia membutuhkan yang namanya perputaran hidup. Ada kala ia berada di atas, ada kala ia berada di bawah. Semua tergantung dari mana kita mengawali sebuah proses hidup itu sendiri. Berhasil atau tidak? Semua kembali lagi kepada bagaimana kita menikmati proses yang ada dalam hidup itu sendiri.

Tak sedikit juga kita menjumpai orang di sekitar kita yang menginginkan proses instan dalam hidupnya. Tak mau bersusah-susah dahulu baru bersenang-senang kemudian. Kebanyakan mereka mengorbankan proses itu dengan bersenang-senang dahulu baru bersusah-susah kemudian. Sangat disayangkan. Nampaknya kesadaran moral, harkat dan martabat orang-orang baru di dunia ini semakin menipis. Mereka cenderung tak mau mengorbankan gengsi. Taraf diri mereka yang sudah mereka anggap memiliki citra di mata setiap orang yang memandangnya.

Apapun itu, semua adalah hak setiap individu yang menjalaninya. Toh, nyatanya hidup ini sangat sebentar dan sementara. Segala kisah yang terjadi dari mulai suka maupun duka yang amat mendalampun pastinya akan segera tersingkirkan dengan "kasih" dan "sukacita" yang akan kita terima nantinya sebagai orang percaya.

Bagaikan sebuah rangkaian acara (misalnya hajatan pernikahan), hidup kita memiliki artian tersendiri bagi si "Pembuat Acara" tersebut. Mengundang berbagai macam orang dari kalangan manapun untuk turut hadir mengisi ruang yang selalu menambah dalam jaringan sosial di kehidupan kita. Namun terkadang, memang hanyak orang-orang tertentulah yang kita 'anggap' sebagai pengisi kehidupan kita, yang kita kenal. Padahal sebenarnya sih bukan hanya dia, mereka, dsb. Orang asing lebih berpengaruh dalam pengekplorasian nyata bagaimana sesungguhnya karakter kita di dalam hidup dan dunia. Hidup kita memiliki sebuah moment yang akan disebut sebagai klimaksnya acara ataupun penghujung acara. Entah bagaimana kita semua mengatasinya, setiap orang memiliki cara tersendiri dengan garis takdir yang telah ditentukan oleh Sang Penciptanya. Selamat menjalani hidup! Kita semua sama-sama berjuang untuk mencapai garis akhir yang nyata dan membawa kita kepada kekekalan itu. Semangat!

Di kamar sambil kedengeran suara tv (IMB).
Jam 6.19 PM

Selasa, 16 April 2013

Curahan Anak Muda

Gue emang libur, tapi ga berarti aktivitas gue ikutan libur. Terbukti dengan semakin getol nya gue untuk terus, terus, dan terus aktivitas ke sana ke mari tiada henti. Tadi pagi ke sekolah dan muter-muter kotabumi-regency, siangnya harus udah cau ke galeri. Baru balik malem. Harus makin semangat aja ini buat ngejalanin aktivitas yang makin banyak dikasih sama Tuhan. Ayoooooooooooooooo! Mumpung masih muda, puas-puasin berkarya, ngukir pengalaman buat diceritain ke anak cucu. Moga gue lolos! Amen!


Pukul 10.34 pm. Di atas kasur kesayangan di kamar ibuku tercinta.

Selasa, 09 April 2013

SEMANGAT!

Semua Tuhan cukupkan. Apa pun yang gue inginkan dan butuhkan, Tuhan mampu berikan dan cukupkan itu semua. Makasih banyak, Tuhan! I do love You!

Rabu, 03 April 2013

Kekuatan Super

Saat keinginan hati saya sedang berperang dengan keadaan, berat rasanya untuk terus melawan. Di dalam situasi yang seolah ingin menjatuhkan, perjuangan itu dimulai. Tapi, sampai kapan harus berjuang? Saya tidak tahu. Di saat seperti itulah kesadaran saya akan besarnya kuasa Tuhan kembali disegarkan. Sangat disayangkan apabila kita masih meragukan kuasa-Nya di tengah dunia yang semakin gelap ini. Nyatanya, Dia selalu memberi dan memberi yang terbaik. Tanpa terpikir oleh otak saya sekalipun. Tidak dipungkiri, kuasa-Nya telah membawa saya pada kenyataan yang terkadang terasa pahit namun manis diakhirnya. Justru dari yang pahit itulah akan bermunculan sosok-sosok pengerja Tuhan yang semakin tangguh. Saat ini, mungkin saya dan Anda sedang berada dalam situasi tidak mengenakkan. Di masa muda Anda, di masa yang seharusnya menjadi masa keceriaan Anda, namun yang terjadi adalah Anda hanya dapat berdiam diri memendam semua gejolak pemberontakan hati. Jangan takut, kita masih punya Tuhan yang sanggup melepas dera itu. Di mana iman kita? Sehingga kita beranggapan bahwa "karena kuatku, aku sanggup". Tuhan menunggu kita mengatakan "Karena kuat-Mu, Bapa, aku mampu melerai pertempuran hatiku. Hanya karena pertolongan-Mu". Jujur, mempertahankan nyala api untuk terus berkobar memang sedikit sulit. Akan banyak air maupun angin yang siap meniupkan ke sana ke mari. Bagaimana antisipasinya? Jaga hidup agar tetap kudus dan yang memberkati orang. Jaga perkataan, perkatakanlah hal-hal yang memiliki bibit, bebet dan bobot serta membuat orang yang berada di sekitar kita merasa nyaman dan terberkati. 'I'm not JAIM (Jaga Image), but JAIM (Jadi Impact!)' Selalu senyum ya.... Selalu tunjukkan juga wajah seksi kebahagianmu yang tak terkalahkan oleh dunia! Dan bersiaplah mendengar dunia mengatakan "Kamu makhluk yang sangat beruntung, Kawan!"

Terus semangat di dalam Tuhan masbro!

Jam 23.24 WIB di kamar ibu.

Selasa, 26 Maret 2013

Memilah dan Memilih, Hal Mutlak Dalam Hidup

"Kamu mau ke mana?" apa yang mesti dijawab dari pertanyaan pendek itu? Ketika lo udah berbeda selera dan berbeda rasa sama apa yang tadinya pengen lo pertahanin banget. Di tengah jalan, dengan gampangnya terbawa angin lewat yang udah jelas cuma sesaat. Padahal sangat konkret terlihat dari postur tubuh lo yang seharusnya nggak mudah terhempas angin. Tubuh lo menggambarkan batapa sangat berisinya tubuh lo itu. Tandanya, udah banyak asupan gizi, protein, karbohidrat, dan sebagainya yang berhasil masuk dan bertahan dalam tubuh lo.

Ok, bukan mau mengulas tentang gizi, protein, karbohidrat, dan temen-temennya itu. Masih mau bahas sedikit sih tapi, saat makanan yang lo asup nggak bergizi seimbang, apa yang terjadi dengan perjalanan kebugaran tubuh lo itu? Jawab sendiri.

Kita semua tahu, kalo cinta yang didasarkan pada komitmen, itu hebat banget. Itu juga berlaku buat kita anak-anak muda. Tapi, jangan sampe menyalahkan arti cinta itu sendiri. Meski terkadang cintanya anak muda masih diidentikan dengan "cinta monyet". Lo akan tahu arti cinta, saat lo berani terjun ke arena cinta itu sendiri. Sebenernya nggak boleh dipermainin, haram hukumnya! Tapi, kenapa jaman sekarang banyak orang yang dicap 'mempermainkan' padahal pelakunya sendiri nggak merasakan bahwa dia udah atau bahkan 'sedang' bermain? Ya, karena saat lo lagi suka, sayang, atau bahkan cinta sama lawan jenis lo, lo pasti akan terbawa arus yang secara nggak sadar menjadikan lo layaknya seorang anak kecil makan permen. Polos. Lo enjoy saat cinta itu masih ada, tapi ketika permen lo habis (re: cinta dari pihak lain itu udah nggak ada buat kita), lo bakal gimana? Mewek? Minta ditambahin lagi? Atau lo mau ngadu ke orang tua lo? Atau malah cari ke tempat lain di mana stok permen (re: cinta) yang baru pasti akan ada lagi? Hak kalian ya mau pilih yang mana. Sama seperti tubuh, jiwa yang nggak terasup cinta yang seimbang, tentunya akan menemukan beberapa titik kesuntukan. Bukan suntuk, apa ya kata-kata yang pas?

Untuk orang seperti gue, pastinya gue akan membiarkan permen itu habis. Gue nggak mewek, minta tambah, ngadu ke orang tua, sampai bahkan pergi ke warung untuk dapetin permen yang baru/lain. Sampe bener-bener saatnya, gue harus, karena memang sangat butuh makan permen yang serupa atau beda rupa itu lagi (menghempaskan perasaan 'tak seharusnya' itu ke lubang yang udah gue gali dalem-dalem). Banyak alesan yang bikin gue nggak seharusnya mewek, minta-minta, ngadu, atau bahkan cari cinta itu dengan berkeliling sampe dapet. Memang ada saatnya untuk seperti itu, tapi bukan sekarang.

Alesan pertama, tentang mewek. Gue punya Tuhan. Allah, Bapa, Kekasih yang luar biasa banget! Kenapa harus mewek? Dia lebih dari segalanya. Dia yang udah ijinin gue memiliki cinta. Cinta kepada orang tua gue, cinta kepada kakak-kakak+adik gue, cinta kepada sahabat-sahabat terbaik gue, cinta kepada sesama di bumi, dan cinta kepada alam sekalipun. Dia pemilik segalanya. Dia juga yang berhak ambil segalanya yang ada di gue. (Ok, ini dramatis banget). Dari yang gue relain buat diambil, sampe yang nggak rela sekalipun. Tuhan selalu kuatkan gue!

Alesan kedua, tentang minta tambah. Gue selalu dapetin cinta dari Tuhan yang nggak gue dapetin dari dunia. Kasihnya dunia itu semu, Ibaratkan sinetron, banyak yang manipulatif. Kasihnya dunia itu menuntut dan bersyarat. Sedangkan kasih-Nya Dia, nggak bersyarat. Semua orang bahkan dikasihi sama Dia. Hanya seringkali, sikap manusiawi, duniawi, ego, dan dosalah yang membuat kita kurang 'merasakan' cinta dahsyat-Nya itu. Tuhan nggak pernah ngasih batasan dalam mencintai gue dan kita. Yang jadi masalah adalah, manusianya sendiri justru yang menjadikan tranfusi cinta-Nya itu jadi terbatas. Salah satu faktornya, saat kita ragu mikirin masa depan. Kan kata Bapa, kita nggak usah mikir sesuatu hal yang melebihi batas dari yang seharusnya kita pikirkan diwaktu sekarang. Karena, semua udah dipegang dalam tangan-Nya. Kata-kata manis-Nya itulah yang selalu buat gue belajar untuk nggak minta-minta kepada cintan dunia. Justru, biar gue lah yang memberi cinta itu. Menebar kasih buat sesama.

Alesan ketiga, tentang ngadu. Gue selalu punya Tempat Curhatan yang pastinya nggak hanya gue yang punya. Tiap hal, tiap apapun itu, ayok deh biasain komunikasi sama Tuhan. Meski sebenarnya, curhat sama orang tua pun sangat perlu. Tapi, bisa memilah sendiri lah mana yang perlu dicurahin dan mana yang enggak.

Alesan keempat, tentang cari cinta ke tempat lain. Itu identik dengan orang yang nggak mau sepi. Nggak harus selalu dipandang negatif. Karena mungkin itulah pribadinya. Ingin selalu ada temen paling deket secara konkret yang bisa dijadikan tempat menabur dan menuai perasaan, dan sebagainya. Namanya juga makhluk sosial. Tapi kalo dipikir-pikir, masa depan dipegang sama Tuhan. Kalo pun saat ini lagi ngerasa kehilangan, dsb, jangan langsung disimpulkan dengan sikap ragu. Kalo lo takut, berarti lo nggak percaya kalo Tuhan sedang menjaga 'masa' itu dong?

Jaga diri lo baik-baik. Tetep fokuskan diri lo ke masa depan. Selagi masih muda, nikmatin masa-masa hubungan intens lo sama Tuhan, nggak ada salahnya kan? Dia sang empunya waktu, jangan takut kehabisan stok waktu buat jalanin aktivitas hanya karena lo lagi/mau berdoa sama Dia. Solusi utamanya, percaya, percaya, percaya sama Tuhan! Masa depan ada di tangan Dia. Nggak ada yang tahu besok, lusa, dst.


Jam 15.38 di kamar ternyaman.

Sabtu, 23 Maret 2013

Tak Tik Tuk Suara Kehidupan

Semenjak ketercutian ide demi ide yang konon selalu terpancar dari kepala ini, banyak kalimat-kalimat mesra berlalu lalang yang menyelinap di telinga gue. Namun, hanya ada satu yang benar-benar gue cerna. Yaitu kata beliau. Cekidot.



Tetangga sebelah yang selalu menggrayangi aktivitas gue dengan kata-kata diskriminasi nan halus namun sangat terasa menyesakkan bagiku.

Mulai aja dah. 
Banyak banget cerita seru yang udah sering kita alamin. Terkhususkan untuk anggota "BangSat Community" yang udah sering banget juga gue bahas di sini post-post gue sebelumnya (penamaan itu hanya sekadar penamaan, bukan untuk membatasi jaringan antar gang atau menganggapnya sebagai sengketa pertemanan dengan gang lain). Sebenernya agak bingung mengenai apa yang mau gue bahas di sini. Karena udah jarang kumpul, jadi nya agak ling lung, kembali ke masa-masa polos gue yang nggak ngerti apa-apa. Gue dipaksa buat nulis. Yak! Nulis apa? Masih belom terlintas topik yang asoi nih. Hoam. Intinya, sosok 'pemaksa' itu dulu nya pernah pipisin gue sewaktu gue masih di dalam perut nyokap. Sewaktu gue udah tumbuh besar di rahim nyokap. Seenaknya dia digendong sama nyokap, dan terjadilah hal yang tak seharusnya terjadi. Sempet terasa anget seketika, kemudian hilang kehangatan itu ketika beberapa waktu kemudian gue lahir. Emang jitu banget itu pipisan-nya si mbak dindul (begitulah panggilan akrabku kepadanya) sampe-sampe mempengaruhi waktu untuk memajukan jam lahir gue yang konon menjadi sejarah penting dalam kisah hidup gue. Di mana untuk pertama kalinya gue menghirup udara segar di dunia (jaman dulu) yang nampaknya apabila diteliti semakin hari terasa kian sempit. Dan tak jarang sudah banyak menyandera insan-insan muda yang keburu terpatri dalam kisah romansa. Ngomong apaan sih gue?! 

Oh iya baru inget. Ada sejarah yang gak terlupakan sepanjang masa deh atas tembok yang menjadi perbatasan antara rumah gue dengan rumah dia. Ada satu pintu yang konon menjadi sumber pemasukkan individu bagi pihak keduanya. Maksudnya, seorang individu dari rumah gue bisa masuk lewat situ, begitu pun sebaliknya. Nampaknya si kedua pemilik rumah telah membuat perjanjian regional. Di mana, antara dua kubu tersebut saling diuntungkan. Kalo mau main pun tinggal lewat pintu itu, tanpa harus keluar gerbang. Kadang, hal itu hal yang gue sombongkan. Ketika 3 temen gue yang rumahnya gak ada tembusan pintu 'rahasia umum' harus keluar gerbang untuk sampai di rumahnya, gue dengan segera menembus saja. Cepet sampe. Itu manfaat utama. Hahaha. Gak jarang juga, kalo ada sodara dia yang gak bisa masuk ke rumahnya karena pager diselot, pada lewatnya ya rumah gue itu. Sudah banyak kaki-kaki yang berhasil menjamah, memijak, menggrayangi keramik-keramik lantai teras rumah gue. Dengan penistaan tersebut, sudah pasti kestrelilan harus menjadi perhitungan. Mengingat teras rumah gue selain berfungsi sebagai beranda rumah, juga sangat bermanfaat untuk tiduran santai sambil nikmatin semilir angin yang asalnya dari samping rumah. Pake tiker dong pastinya. Kadang gue pake koran :"

Sebenernya, alesan utama didirikannya pintu itu sih, karena dulu pas jamannya aa' dia dan mas gue masih kecil (lebih tua mas gue 3 tahun), seringnya manjat-manjat tembok pemisah yang ada di antara rumah gue sama rumah dia. Karena kasihan, akhirnya muncul inisiatif dari si pemilik kedua tembok untuk bikin pintu aja. Untuk memudahkan transfer mentransfer anggota keluarga. Awalnya dulu pintu itu cuma setinggi leher orang dewasa, sampe akhirnya berubah menjadi pintu layaknya di penjara sampe sekarang. Bayangin sendiri ya.

Oh iya ada ciri khusus buat kita berlima, kita ada 5 anggota (yang ini gue buat-buat sendiri kata-kata '5 anggota' nya biar lebih dramatis) dan ada beberapa anggota baru yang mungkin bakal jadi penerus kita :') (apalagi ini). Kelima anggota lama itu dari dulu belom pernah gue temuin ngegabung sama anak gang lain yang sering kita temuin dan liat kalo lagi kumpul. Khususnya gang sebrang, depan, belakang, dsb. Bukan gak mau berbaur, hanya aja kita ngerasa kalo kita beda aliran. Anak-anak gang gue alirannya gaul tapi tau batas, gaul tapi tetep pada jalurnya. Bukan berarti anak gang lain berbelok sih. Hanya aja, mungkin kalo yang belom tau seluk beluk gang gue, kita terkesan introvert tapi sebenarnya ekstrovert juga kok. Paling uptodate mengenai permasalahan kucing piaraan Lia sama Ayu (kakak adik) yang tiba-tiba hamil tanpa tau siapa bapaknya.

Hah. Semangat banget buat jadi penerus bangsa nih! Semangat buat udem yang mau UN! Ayo kita buat forum "Pray For Udem" ! Kita pasang CCTV di ruangan pas udem lagi UN. Terus kita nobar videonya dan bikin album dokumentasi detik-detik pengerjaan soal UN udem. I love you!



NB : Buat temen-temen yang butuh temen curhat, boleh hubungi orangnya langsung (Dinda Mang Gaharu Manis) di nomor 0857xxxxxxxx. Beliau adalah yang daritadi gue ceritain sekilas mengenai kekerjasamaan regional yang terjalin antara pemilik rumah gue dengan pemilik rumah dia. Yang kian mendesak gue buat nulis di post-post blog ini. Dia orangnya asik banget kok. Friendly dan keibuan. Bahkan dia bisa berperan juga sebagai seorang nenek. Nggak pelit, rajin nabung, (nggak) baik banget pokoknya! Dijamin nggak nyesel kalo jadiin dia partner atau assisten rumah tangga. KELOP! 


Senin, 18 Februari 2013

Jambore Sahabat IM3 2013

Posting gue kali ini, gue mau cerita tentang pengalaman mahal yang gue dapet selama 2 hari lalu tepatnya tanggal 16-17 Februari 2013. Hah, gak terduga banget deh sebelumnya gue dan salah satu temen sekolah gue ditunjuk guru buat ngewakilin sekolah untuk ikut acara Jambore Sahabat IM3.
Ahh surga banget gak sih? *oke ini lebay*
TKP bertempat di Eagle Hill Outbond Megamendung, Bogor. Silakan disearching sendiri. Yang pasti tempatnya asoi banget, bagus banget buat poto-poto. Tapi sayangnya gue ga bawa kamera buat poto. Dan gak lupa, kabut selalu tebal di sana. Karena berhubung lagi sering ujan juga di sana. 

Petama-tama, gue disuruh dateng buat isi data diri gitu di gallery im3 nya di karawaci. Awalnya kita kebingungan buat cari kakak kelas yang mau dijadiin tukang ojek, eh jangan tukang ojek kesannya gimana gitu. Hm, cari kakak kelas buat anter kita berdua ke gallery im3. Berhubung gue masih belia dan polos, gue masih belom berani buat bawa motor sendiri tanpa SIM dan sebagainya. 
Akhirnya sampailah pada saat yang berbahagia, salah satu guru gue bersedia buat anter. Tapi cuma ada 1 motor, dan temen gue yang satu lagi gimana? Dia gak ikut ke gallery. Agak gak enak awalnya pergi sendiri meski sama guru, tapi rasanya kan beda kalo ada temen. Enjoy aja lah. 
Dengan berbekal surat rekomendasi dari kepsek dan kertas alamat TKP serta rasa capek yang berkelebihan, gue mencoba untuk tegar. 

Langsung aja kali ya. 
Di sana, semua peserta disuguhin permainan-permainan outbond yang menggoda. Gak lupa juga kita disuguhin makan terus. Banyak kompetisi yang udah antusias di jalanin, eh akhirnya gak menang juga. Tapi itu gak jadi halangan kita gak untuk jadi gak semangat dong. Di sana, bener-bener jiwa kita dilatih buat kerja sama di dalam kelompok, solid sama temen kelompok, dan saling leader me-leader. Bercanda-candaan dari hal yang penting sampe gak penting. Gak kenal jadi kenal. Gak deket jadi deket. Yang tadinya belom berani akrab jadi akrab sampe pegang-pegangan tangan, sender-senderan, dsb (untuk cewek). Awalnya gue mikir, secara gue orangnya agak mood-mood an jadi takut kalo tiba-tiba mood gue lagi terbang, gue jadi gak bisa gabung seru-seruan sama yang lain. Tapi nyatanya, dibalik ke mood-mood an gue itu, tersimpan secercah harapan yang tak palsu. Hah! Gak bisa diungkapkan kata-kata banget deh untuk jambore 2 hari kemaren. Bener-bener amazing. Gak cuman pernah nonton di tipi-tipi aja buat ngerasain petualangan keren, gue pun jadi pelaku di petualangan keren itu sendiri. Apalagi pas river journey. Waaaaahhh sampe pipis di celana pun gak bakal ketahuan ya. 

Dan sekarang, Tuhan ijinin gue buat jadi Duta Im3 2013 nih. Puji Tuhan banget gak sih? Iyalah pasti. Ok, dengan segenap hati, segenap jiwa, gue akan selalu kerjakan yang terbaik buat apa yang udah Tuhan percayakan ini. Dahsyat banget buat segalanya!!! Pokoknya pengalaman gak terlupakan. Di mana kita yang tadinya berbeda-beda, bertemu dan disatukan menjadi satu. Kita semua sahabat!!! Mungkin postingannya kurang menggelegar ya, mungkin karena gue masih lelah. (alibi).

Sahabat IM3??!! SENYUM!! (jari ngetril, CERIA!! (senyum kuda pamer gigi), SEMANGAT!! (jari kaki dikepal eh tangan maksudnya).

Berikut berupa poto2 penampakan selama aktivitas di sana yang boleh gua cibet dari salah satu akun penghuni twitter komplotan isat @doniefine . Cekidot gan

Permalink gambar yang terpasang
Permalink gambar yang terpasang
Ini games yang menghalalkan untuk mengusir orang dari kelompoknya. Memikirkan diri sendiri sangat dianjurkan dalam games ini. Rebut-rebutan orang juga silakan. Jangan rebutan hati ya asalkan.

Permalink gambar yang terpasang
Lagi pada nunggu sembako jatoh dari gunung ya? 


Permalink gambar yang terpasang
ini kompetisi dihari kedua. Memperebutkn poin 10 bagi team yang berhasil buat menara dari sedotan, yang gak roboh saat ditiupkan pake matras. Wusssshhh!! Alhasil, kelompok gue gak berhasil tuh. Hiks

Permalink gambar yang terpasang
Ini games pos-posan. Buat yang berbody singset, dimohon kesediaannya untuk dilayangkan diudara. Hahaha

Permalink gambar yang terpasang
Yang ini performance dari kelompok "Im3 Holiday". Mendadak bo'! :|

Permalink gambar yang terpasang
Ini kakak-kakak senior duta im3 2012 yang sangat dituakan oleh yang masih muda. Hehe

Permalink gambar yang terpasang
Ini kompetisi di hari kedua juga. Untuk memperebutkan poin 30. Yang akhirnya diulang kembali oleh seluruh team, setelah 3 team yang diduga sanggup bertahan itu gagal mempertahankan keasoi-annya dalam melompat-lompat. Tetap semangat ya!!


Permalink gambar yang terpasang
Kemanisan semua nih paras-parasnyua. Ihiy!




Permalink gambar yang terpasang
Jogetnya udah maut. Tapi, tahun depan, kudu dimautin lebih lagi ya ceman-cemans! Gotik, Golum, Goyang inul juga okey banget tuh kayaknya. Cucok deh. Hidup #SahabatIM3Tgr #JamboreIM3Tgr !!


Permalink gambar yang terpasang
Bisa ya pada narsis di sungai. Berasa bidadari dan bidadara yang tersesat dari kahyangan.

Permalink gambar yang terpasang
Ini pas audisi fasttrack Duta IM3 2013. Wajahnya udah pada kuyu tapi semangatnya tetep membara bagai api kompor gas 15 kg.

Permalink gambar yang terpasang
Wah curang team gue. Foto gak ajak-ajak. Tripledate tuh. Selamat ya!

Permalink gambar yang terpasang
Waaaaaahhhhhhhh. Brrr dingin ya.


Permalink gambar yang terpasang
Wahhhh! Merindukan moment-moment ini! Congrats for DutaIM3Tgr 2013 yang baru! Mengabdilah untuk negeri tercinta ini dan untuk #SahabatIM3Tgr tercintah!

Permalink gambar yang terpasang
Okay, team narsis sedang beraksi. Selamat ya guys! Hahaha

Permalink gambar yang terpasang  Namanya juga semangat. Meski hujan badai alang melintang, namun semangat tak pernah goyah atau patah sekalipun. #SahabatIM3 --> #Senyum #Ceria #Semangat !!



Yang paling membahana dan "edeh" kalo kata Bundo Sandy. The most Attractive #JamboreIM3Tgr 2013 @EagleHill-Puncak Bogor. Amazing broh! Dia dapetin pulsa 500rb dari kemenangannya itu, tapi gak mau bagi-bagi rejeki ke temen-temennya (baca: gue). Congratssss ya Mr. So Sexyhh"

Permalink gambar yang terpasang
Ini dia penampakan yang paling ditunggu-tunggu sejagat raya. Bundo Sandy yang konon selalu memberi makan berupa kata-kata amazing kepada anak-anak duta lama. Hm, sepertinya ada mangsa baru. Waspadalah para duta baru. Hahahahaha. Makin mempesona dengan pose ala manohara nya ini. Edeeeeehhh!!


Timakacih temen-temen #SahabatIM3 yang udah rela memampangkan wajah-wajah polos kalian di kamera. Selalu bersiap sedia mengikuti acara demi acara waktu #JamboreIM3Tgr. Rindu masa-masa itu. Kalo Tuhan masih berkehendak, tahun depan kita jalan-jalan lagi. Gak usah tunggu tahun depan, sekarang pun juga bisa. Tetep bersilaturahmi ya. Lucu saat inget berangkat keadaan bis masih sepi, adem ayem, aman, dan terkendali. Giliran pas pulang, langsung rusuh, kisruh, dan sebagainya, so pada runtuh semua deh benteng pertahanan kekalemannya.  Itu keren coy! Buat kakak-kakak duta senior, kita butuh uluran tangannya ya kalo adek-adek yang konon masih belia ini membutuhkan pertolongan berupa doa, wejangan, maupun duit. Hahaha.
Buat team yang belum berhasil, tetep semangat! Ini soal harga diri men!

Thanks a lot to : Bapak ..... , Kak Sandy, Kak Catur, Kak Acep, Kang Ijul yang menduduki topscore the most asoy man kedua setelah Kak Sandy (beda tipis sih), Kak Bagus, Kak Nurul, Kak Doni, Kak ......, Kak ........ Astaga, gue lupa! Maap ya pak dan kakak-kakak. Saya pasti akan inget nama bapak dan kakak-kakak sekalian sesuai dengan waktu dan saat yang tepat. Semangat yah! Semua pasti indah pada waktunya :')

Sulit ngungkapin keseruan di sanaaa.. Pokoknya mantap. Lebih dari mantap deh.
Moga tahun depan gue, elo, dan kita semua bisa join lagi di jambore... Pasti!!!

NB : Buat adek-adek cilik yang tahun ini masuk SMA/SMK yang sekolahnya ada kerja sama dengan isat, tahun depan join yuk buat jadi penghuni baru di Duta Im3 Tangerang. Asik loh event-eventnya. Tentunya, kita bakal dapetin beragam benefit yang diberikan indosat secara cuma-cuma alias gak keluar hepeng, duit, uang, atau biaya sedikitpun. Jangan malu-malu, tapi malu-maluin aja. Itu udah ketetapan alam kalo kita udah  termasuk di dalamnya. Hahaha. Buat temen-temen yang tahun ini kelas XI jangan khawatir, kita masih bisa join kok. Kan umur masih belia B-)