Senin, 26 Agustus 2013

Keras Kepala

Sepertinya tangan ini terus gatal menuntut haknya supaya bisa digunakan untuk menorehkan beberapa tulisan-tulisan yang mungkin merupakan perpaduan antara hati dan otak ini.

Keras kepala. Siapa sih yang tidak tahu arti dari kata-kata tersebut? Siapa yang belum pernah mendengarnya sama sekali?
Ya, hampir setiap saat pada suatu kesempatan kata tersebut digunakan sebagai perwakilan dari penggambaran sebuah watak seseorang.
Watak yang seperti apa?
Watak yang kukuh terhadap apa yang menjadi pegangan dan dasar dari pemikiran di dalam hidupnya.
Keras kepala memang perlu.
Tapi, bisa merugikan apabila digunakan pada saat dan waktu yang tidak tepat.
Banyak orang mempertahankan keteguhan hatinya tanpa melihat bagaimana pendapat orang sekitarnya.
Ada banyak manusia tidak bertanggung jawab, yang mengakibatkan banyaknya korban dari kekeras kepalaannya itu.
Bahkan, hukum tabur tuai berlaku dalam pengaplikasian keras kepala ini.
Apabila si A pernah melakukan aksi keras kepala terhadap orang tua, sahabat, dan yang lainnya, tentu akan ada saat di mana ia akan dikeras kepalai oleh orang yang lain juga.
Terlepas daripada itu semua, sebenarnya itulah yang dinamakan siklus.
Dinamika kehidupan dalam aspek perkeras kepalaan suatu individu atau kelompok individu.
Setiap orang pernah mengalami yang namanya dikeras kepalai dan mengeraskan kepalanya sendiri.
Banyak orang yang tidak sadar akan hal itu.
Banyak orang terkecoh untuk mementingkan diri sendiri, dengan menggunakan embel-embel konsisten.
Konsisten? Terhadap apa?
Kalau nyatanya itu merugikan banyak orang? Bagaimana kelanjutannya.
Keras kepala dengan tujuan baik, tidak dipersalahkan.
Semua orang memiliki hak untuk menggunakan kekeras kepalaannya, namun hanya pada saat tertentu saja.
Jangan jadikan itu sebagai tameng agar orang lain dapat mengikuti kehendak kita sendiri, tanpa turut merasakan keadaan seseorang atau partner yang sedang kita hadapi.
Kembali ke hukum tabur tuai, jangan salahkan orang lain ketika mereka lebih memilih untuk mengeraskan kepala mereka ketika sedang berhadapan denganmu.
Coba introspeksi kesalahan, mungkin pada kesempatan yang lalu kita sempat keras kepala juga kepada orang lain (tidak ada sangkut pautnya dengan orang yang mengeraskan kepalanya kepada kita).
Hanya orang lain yang dapat merasakan dan menilai kamu keras kepala atau tidak melalui tindakan yang kamu lakukan di depan mereka.
Kemudian mereka memberitahumu, dan akhirnya kamu mengenal sifat keras kepala itu ada pada dirimu.
Kamu mengacuhkan orang lain?
Jangan salahkan mereka kalau pada saatnya kamu juga akan diacuhkan.

Ah, sulit sekali menggambarkan keadaan yang tidak kita inginkan terjadi, namun malah terjadi.
Semua tampak kosong, namun seolah berasap, dan asap itu terhirup mulut sehingga membuat tenggorokan ini seperti tersedak sampai akhirnya terasa perih.
Berdamailah dengan sesamamu.
Semua akan indah pada waktunya, tanpa kalian saling menjauh diri dan mencari ketenangan di tempat lain. Sesungguhnya, yang membuatmu tenang ialah Ia dan ia yang telah membuatmu merasa keadaan menjadi rumit.
Namun, ini bukanlah kerumitan. Melainkan sebuah perjalanan-petualangan.

 hidup penuh dengan warna. Ada merah, kuning, hijau, biru, bahkan ketika dalam masa kekakuan, hidup digambarkan sebagai warna abu-abu. Terlepas daripada warna-warna tersebut, selalu ada warna yang cerah ceria yang sesungguhnya selalu menyelimuti (kuning). Serta warna merah yang menyatakan keberanian dalam mengahadapi hidup yang penuh lika-liku dan tidak tertebak alurnya ini. 

Tuhan menyertai dan memberkati kita semua~

Sabtu, 24 Agustus 2013

Download Video Youtube dengan Mudah

Pasti banyak di antara lo semua yang demen banget download video-video dari youtube. Gua sempet searching tentang web-web yang punya kegunaan buat download video youtube dengan mudah. Dan yang gua temukan dan gua nyamankan sampai sekarang kalau mau download video youtube itu adalah fetchvideo.com. Caranya gampang. Gampang artinya = nggak susah.

1. Lo masuk dulu ke youtube.com terus search video yang mau lo download. Terus pilih dan klik pada link judul video, sampai kebuka video inti yang lo pengen.

2. Klik kanan-copy-address link dari video yang lagi lo buka itu.


3. Lo tulis fetchvideo.com di kolom address bar pada jendela baru.



4. Paste "copy"an web address video di kolom "enter a video URL".

5. Klik "download by URL".



6. Tunggu sejenak, sampai muncul pilihan baru di bawah address bar (Update-Plug in... dan Run This Time). Lo klik yang "Run This Time".


7. Tunggu sebentar lagi sampai muncul tab kecil berisi pilihan yang berisi "Run" dan "Cancel". Lo klik "Run".


8. Beberapa saat kemudian, di tahap ini, lo bakal disajikan beberapa pilihan download quality. Lo pilih dan klik aja yang sesuai dengan pilihan hati lo.


9. Setelah itu, lo tinggal tunggu proses men-download selesai.

10. Tara! Selamat ya! Download kamu berhasil! Selamat menonton video download-an mu.

Pakai fetchvideo.com super duper gampang menurut gua. Langkah-langkahnya nggak rumit, punya kualitas, dan manfaatnya sama dengan aplikasi-aplikasi peng-download-an video youtube lain. Hanya bedanya, kita nggak perlu install, download aplikasi, dan lain-lain sebagainya yang berbau "ribet" itu deh. Tinggal masuk ke alamatnya, ikutin step-step tadi, selesai deh nge-download-nya.

SELAMAT MENCOBA, teman-teman pembaca! 

Selasa, 20 Agustus 2013

Yang Baru Akan Datang

"Yang lama telah berlalu, yang baru akan datang," begitulah wujud semangat yang selalu aku lontarkan supaya selamat sampai 'garis finis' yang sudah ditetapkan Tuhan untuk hidupku. Dengan menjalani masa-masa awal kehidupanku, yang diawali dengan ketidaktahuanku akan arti kehidupan, kemudian di saatku masih terbata-bata mengucapkan sesuatu, hingga sampai saat ini aku berada pada kesempatan untuk menuliskan berbagai aspirasiku ini. Bagi sebagian orang yang sudah mengenalku secara mendalam, pasti akan mengerti makna mendalam dari tulisan yang sedang aku ketikkan ini.

Berkat. Sebuah kata yang sangat sederhana, tetapi memiliki makna yang sangat luas cakupannya. Sukacita, dukacita, sejahtera, damai, bahagia semua masuk ke dalam cakupan berkat. Dukacita adalah berkat? Ya, betapa tidak, karena segala sesuatu yang mendatangkan kebaikkan merupakan berkat yang tidak ternilai bagi kita dari Tuhan. Dukacita bagi 'orang percaya' adalah sebuah proses pendewasaan iman untuk selalu percaya bahwa ketika kita ditinggalkan oleh orang terkasih, hal tersebut tidak berarti kita terpisah atas segalanya. Namun, merupakan awal sebuah kehidupan baru bagi si orang yang meninggalkan juga orang yang ditinggalkan. Tuhan memberi kesempatan untuk kita, agar bertemu orang-orang lain terlebih dahulu, sebelum akhirnya kita dipertemukan lagi pada garis finish dengan orang yang pernah meninggalkan kita.

Memang sulit melupakan seseorang yang sudah sangat 'kena' di hati kita. Namun, saat Tuhan berkehendak terjadi, ya terjadilah. Apapun bisa terjadi tanpa diduga.

Bentar ya, ada gangguan sedikit. Nanti lanjut lagi.........

Rabu, 31 Juli 2013

Semua Tak Sama Ketika Berjalan di Dalam Perbedaan

Untuk tulis sebuah tulisan pun sebelumnya harus berpikir-pikir dulu apa yang harus dan ingin gue bagikan di sini. Tadi sewaktu cuci piring, tanpa sengaja sudah banyak argumen yang berlalu-lalang menyelinap masuk dalam benak dan akhirnya sangat rumit untuk dimengerti alurnya. 

Ya, menjalani hidup tanpa rencana serta alur tujuan yang jelas, seperti berjalan di atas serpihan kaca tanpa alas kaki sebagai pelindung. Apabila dilihat dari jauh dengan ditimpali cahaya matahari, serpihan itu memancarkan kerlingan-kerlingan yang akan menipu mata apabila lengah dalam melihat. Serpihan itu nampak seperti berlian-berlian yang tercecer di atas tanah bumi. Indah..., namun ketika didekati, justu sangat tampak tekstur ketidak teraturannya sehingga membuat si pelaku visual berlalu tanpa meninggalkan sedikit pun jejak sidik jari atas benda tersebut. 

Sepatah kata penting yang tidak mampu diungkapkan, terasa seperti paku-paku kecil yang kemudian menusuk-nusuk dada. Yang berhasil membuat pernapasan menjadi terengah-engah karena berusaha memperjuangkannya.
Masalah lagi, masalah lagi. Masalah kecil dan sepele akan sangat terasa aromanya ketika dibiarkan tenang.
Ya, tenang. Mencari posisi keamanan yang tepat untuk berlari dari kenyataan. Akhirnya, semua berujung pada akhir yang tak berujung. Ya, sebut saja 'sebuah ujung yang tak berujung'. Sebuah kata yang akan membuat bingung pembacanya. Kata-kata ringan dan sederhana, ada banyak orang yang berusaha ingin mengerti namun dengan cara yang tidak ringan dan tidak sederhana lagi. Akhirnya, semua menjadi terkontaminasi dengan keadaan yang ada, dengan situasi yang ada, dengan kondisi yang ada. Menjadi tak terarah.

Kembali ke topik mengenai serpihan kaca dengan tekstur yang tak beratur tadi, tidak sedikit orang yang memandang hidup serupa dengan hal tersebut. Banyak yang salah dalam mengartikan perjalanan hidup yang dimilikinya, dengan membandingkan perjalanan hidup orang lain yang dirasanya lebih baik dari yang ia miliki. Tak jarang orang tertipu dengan pemandangan awal yang bagus, namun malah berakhir mengecewakan. 

Suara narator kehidupan selalu menerjang hati serta arus pikiran setiap individu. Hanya dengan menjatuhkan kepada pilihan yang bijak sajalah yang dapat menyelamatkannya. Banyak orang yang menuntut agar dunia mengikutinya, padahal ia tidak sadar apakah dirinya sudah layak dan pantas untuk diikuti? 

Banyak orang berharap dapat menaklukkan dunia, padahal ia tidak sadar siapa Pemilik alam semesta yang sungguh luar biasa ini?
Ia saja tidak menuntut agar dunia mengikuti-Nya, Ia juga tidak menuntut agar Ia mampu menaklukkan dunia. Sesungguhnya, tanpa Ia berkeinginan pun, semua sudah tergariskan demikian, yakni para penghuni bumi akan tunduk, ikut, dan takluk akan Dia. Yang membedakan hanyalah tentang 'kepercayaan'.

Ya, kehidupan itu harus selalu disyukuri. Mau bagaimana pun keadaannya. Setiap individu memiliki cara yang berbeda-beda untuk menyatakan syukur kepada Tuhannya. Hanya yang membedakan ialah, iman yang dipakai sebagai perisai kebersyukuran itu.

Tuhan memberkati kita semua :)
Berjalan bersama Tuhan akan mengubah titik dua buka kurung, menjadi titik dua tutup kurung.
Sungguh indah.

Sabtu, 22 Juni 2013

Love You So Much

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan,
yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri,
yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.

Lalu bagaimana dengan PAPA?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu,
bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.

Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...

Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya" ,

Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.
Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang" .
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek,
Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : "Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".

Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja....
Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan:"Tidak boleh!".
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?

Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga. Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...

Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama.....

Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu,
Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')

Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..

Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...

Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu...
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang? "Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...

Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa
Ketika kamu menjadi gadis dewasa....
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain....
Papa harus melepasmu di bandara....
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati.
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata"Jaga dirimu baik-baik ya sayang".

Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT...
kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...
Kata- kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!".
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang".

 Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.
Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin....
Karena Papa tahu bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya....
Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia....
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa....
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya TUHAN tugasku telah selesai dengan baik....Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk... Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya.....
Papa telah menyelesaikan tugasnya.....

Papa, Ayah, atau Bapak kita .. adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu..
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal.
Pap, Mam, I heart you....

Kamis, 06 Juni 2013

Kehidupan Bersama Titik dan Koma

Hidup ini memiliki peristiwa yang dapat diistilahkan sebagai tanda titik maupun koma. Tanda apakah yang sering menghampiri perjalanan hidup kamu? Saya gak tahu. Hidup ini harus disemangati dan dipenuhi optimisme. Nggak bisa kalau hanya setengah-setengah.
Nggak bisa dipungkiri, saat melihat orang di sekelilingmu tertawa bahagia, rasanya senang. Tapi pertanyaannya, apakah kebahagiaan mereka berasal dari kita? Hm.

Saya bangga memiliki keluarga yang serba super. Memang tidak seperti superman, atau spiderman, bahkan batman sih. Tapi paling enggak, selalu ada yang bisa saya banggakan di dalam hati meski perasaan itu seringkali tertutupi kabut amarah maupun emosi yang tak jarang muncul tanpa diduga.
Saya merasa keberuntungan menyelimuti hidup saya. Bahkan ketika saya mendengar salah seorang teman baik memiliki orang tua yang menganut pola represif ketika mendidik anak-anaknya (bukan berrti hidupnya tidak beruntung).
Tapi betapa bangganya saya, ketika saya tahu keadaan keluarganya seperti apa, namun ia tetap menunjukkan semangat dan kesetiannya untuk mewujudkan cita-citanya. Semakin sering dia mengalami ini, semakin mahirlah ia menyeimbangkan antara keinginan orang tua dengan keinginannya. Kalau yang diingini tidak sesuai dengan orang tuanya, mengalah adalah hal utama. Salut! Dari peristiwa itu dia selalu belajar untuk menuruti orang tua, meski terkadang kemenurutannya tersebut sering dipandang sebelah mata oleh kedua orang tuanya. Tak jarang juga ia merasakan situasi di mana ia membutuhkan belaian, dukungan dari orang yang sangat dikasihinya itu, namun mereka malah pergi entah ke mana. Bermain layaknya seperti anak ABG lainnyapun mungkin tak sempat ia rasakan. Namun, saya percaya bahwa ia akan tumbuh menjadi sosok yang sangat kuat pada masa yang akan datang. Meski sekarang harus membayarnya dengan cucuran air mata dan goresan luka di hati yang terasa kian menumpuk.

Selalu berikan senyum termanismu kawan! Kau bukan hanya sekadar kawan bagiku, bagi kami teman-teman mainmu. Tapi kau telah menjadi bagian dari saudari terkasih kami.
SEMANGAT! Kamu pastu bisa, MN! ({})
Tuhan memberkati perjalanan hidupmu! Jangan takut ya.

Minggu, 05 Mei 2013

Hidup? Semua Orang Butuh Itu

Seperti dikatakan di judul, "hidup? Semua orang butuh itu". Ya, untuk bisa menikmati aktivitas yang terkadang membuat pelakunya jenuh sekalipun, tidak bisa dipungkiri bahwa setiap manusia membutuhkan yang namanya perputaran hidup. Ada kala ia berada di atas, ada kala ia berada di bawah. Semua tergantung dari mana kita mengawali sebuah proses hidup itu sendiri. Berhasil atau tidak? Semua kembali lagi kepada bagaimana kita menikmati proses yang ada dalam hidup itu sendiri.

Tak sedikit juga kita menjumpai orang di sekitar kita yang menginginkan proses instan dalam hidupnya. Tak mau bersusah-susah dahulu baru bersenang-senang kemudian. Kebanyakan mereka mengorbankan proses itu dengan bersenang-senang dahulu baru bersusah-susah kemudian. Sangat disayangkan. Nampaknya kesadaran moral, harkat dan martabat orang-orang baru di dunia ini semakin menipis. Mereka cenderung tak mau mengorbankan gengsi. Taraf diri mereka yang sudah mereka anggap memiliki citra di mata setiap orang yang memandangnya.

Apapun itu, semua adalah hak setiap individu yang menjalaninya. Toh, nyatanya hidup ini sangat sebentar dan sementara. Segala kisah yang terjadi dari mulai suka maupun duka yang amat mendalampun pastinya akan segera tersingkirkan dengan "kasih" dan "sukacita" yang akan kita terima nantinya sebagai orang percaya.

Bagaikan sebuah rangkaian acara (misalnya hajatan pernikahan), hidup kita memiliki artian tersendiri bagi si "Pembuat Acara" tersebut. Mengundang berbagai macam orang dari kalangan manapun untuk turut hadir mengisi ruang yang selalu menambah dalam jaringan sosial di kehidupan kita. Namun terkadang, memang hanyak orang-orang tertentulah yang kita 'anggap' sebagai pengisi kehidupan kita, yang kita kenal. Padahal sebenarnya sih bukan hanya dia, mereka, dsb. Orang asing lebih berpengaruh dalam pengekplorasian nyata bagaimana sesungguhnya karakter kita di dalam hidup dan dunia. Hidup kita memiliki sebuah moment yang akan disebut sebagai klimaksnya acara ataupun penghujung acara. Entah bagaimana kita semua mengatasinya, setiap orang memiliki cara tersendiri dengan garis takdir yang telah ditentukan oleh Sang Penciptanya. Selamat menjalani hidup! Kita semua sama-sama berjuang untuk mencapai garis akhir yang nyata dan membawa kita kepada kekekalan itu. Semangat!

Di kamar sambil kedengeran suara tv (IMB).
Jam 6.19 PM